Cara Membagi Internet dengan Mikrotik

Mikrotik adalah sebuah perangkat jaringan yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan, seperti router, switch, firewall, hotspot, bandwidth management, dan lain-lain. Mikrotik memiliki sistem operasi sendiri yang disebut RouterOS, yang dapat dikonfigurasi melalui antarmuka web, terminal, atau aplikasi Winbox.

Salah satu fungsi Mikrotik yang sering digunakan adalah untuk membagi internet ke beberapa komputer atau perangkat lain dalam sebuah jaringan. Dengan menggunakan Mikrotik, Anda dapat mengatur alokasi bandwidth, prioritas, dan pembatasan akses internet sesuai dengan kebutuhan Anda. Berikut adalah langkah-langkah cara membagi internet dengan Mikrotik.

Daftar Isi

Persiapan

Sebelum memulai, pastikan Anda memiliki perangkat Mikrotik yang sudah terhubung dengan internet dan komputer atau laptop yang akan digunakan untuk mengkonfigurasi Mikrotik. Anda juga memerlukan kabel UTP untuk menghubungkan Mikrotik dengan komputer atau laptop Anda. Selain itu, Anda juga memerlukan switch atau hub untuk menghubungkan Mikrotik dengan perangkat lain yang akan menggunakan internet.

Perangkat Mikrotik yang digunakan dalam tutorial ini adalah RB750Gr3, yang memiliki lima port ethernet. Anda dapat menggunakan perangkat Mikrotik lain yang sesuai dengan kebutuhan Anda, asalkan memiliki minimal dua port ethernet. Port ethernet pertama akan digunakan untuk menghubungkan Mikrotik dengan internet, sedangkan port ethernet kedua akan digunakan untuk menghubungkan Mikrotik dengan switch atau hub.

Untuk mengkonfigurasi Mikrotik, Anda dapat menggunakan antarmuka web, terminal, atau aplikasi Winbox. Dalam tutorial ini, kami akan menggunakan aplikasi Winbox, yang dapat Anda unduh dari situs resmi Mikrotik. Setelah mengunduh dan menjalankan Winbox, Anda akan melihat daftar perangkat Mikrotik yang terdeteksi di jaringan Anda. Pilih perangkat Mikrotik yang Anda gunakan, lalu klik Connect.

Anda akan diminta untuk memasukkan username dan password untuk masuk ke Mikrotik. Secara default, username adalah admin dan password kosong. Jika Anda sudah mengubah username dan password sebelumnya, masukkan username dan password yang sesuai. Setelah berhasil masuk, Anda akan melihat tampilan utama Winbox, yang terdiri dari menu, toolbar, dan jendela.

Konfigurasi IP Address

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mengkonfigurasi IP address untuk port ethernet Mikrotik. IP address adalah sebuah alamat yang digunakan untuk mengidentifikasi dan berkomunikasi dengan perangkat lain dalam sebuah jaringan. IP address terdiri dari dua bagian, yaitu network ID dan host ID. Network ID menunjukkan jaringan mana yang termasuk dalam IP address tersebut, sedangkan host ID menunjukkan perangkat mana yang termasuk dalam jaringan tersebut.

Untuk mengkonfigurasi IP address, klik menu IP, lalu pilih Addresses. Anda akan melihat daftar IP address yang sudah ada di Mikrotik Anda. Untuk menambahkan IP address baru, klik tombol Add (+) di toolbar. Anda akan melihat jendela Add New IP Address, yang terdiri dari beberapa kolom, yaitu:

  • Address: masukkan IP address yang ingin Anda gunakan, beserta subnet masknya. Subnet mask adalah sebuah angka yang menunjukkan berapa bit yang digunakan untuk network ID dalam IP address tersebut. Contoh: 192.168.1.1/24, yang berarti IP address 192.168.1.1 dengan subnet mask 255.255.255.0.
  • Network: secara otomatis akan terisi dengan network ID dari IP address yang Anda masukkan. Anda dapat mengubahnya jika diperlukan.
  • Interface: pilih port ethernet yang ingin Anda beri IP address. Dalam tutorial ini, kami akan memberi IP address 192.168.1.1/24 untuk port ethernet 2, yang akan digunakan untuk menghubungkan Mikrotik dengan switch atau hub.
  • Comment: masukkan keterangan atau catatan untuk IP address tersebut. Ini bersifat opsional, tetapi disarankan untuk memudahkan Anda mengenali IP address tersebut nantinya.

Setelah mengisi kolom-kolom tersebut, klik OK untuk menyimpan IP address baru. Ulangi langkah ini untuk memberi IP address untuk port ethernet 1, yang akan digunakan untuk menghubungkan Mikrotik dengan internet. IP address untuk port ethernet 1 harus sesuai dengan IP address yang diberikan oleh penyedia layanan internet (ISP) Anda. Anda dapat menanyakan IP address tersebut kepada ISP Anda, atau menggunakan fitur DHCP Client untuk mendapatkan IP address secara otomatis.

BACA JUGA:  Cara Ganti Password Wifi Biznet dengan Mudah dan Aman

Untuk menggunakan fitur DHCP Client, klik menu IP, lalu pilih DHCP Client. Anda akan melihat daftar DHCP Client yang sudah ada di Mikrotik Anda. Untuk menambahkan DHCP Client baru, klik tombol Add (+) di toolbar. Anda akan melihat jendela Add New DHCP Client, yang terdiri dari beberapa kolom, yaitu:

  • Interface: pilih port ethernet yang ingin Anda gunakan untuk mendapatkan IP address secara otomatis. Dalam tutorial ini, kami akan memilih port ethernet 1.
  • Use Peer DNS: centang opsi ini jika Anda ingin menggunakan DNS server yang diberikan oleh ISP Anda. DNS server adalah sebuah server yang berfungsi untuk menerjemahkan nama domain menjadi IP address. Contoh: www.google.com menjadi 172.217.194.103.
  • Use Peer NTP: centang opsi ini jika Anda ingin menggunakan NTP server yang diberikan oleh ISP Anda. NTP server adalah sebuah server yang berfungsi untuk menyinkronkan waktu antara perangkat dalam sebuah jaringan.
  • Comment: masukkan keterangan atau catatan untuk DHCP Client tersebut. Ini bersifat opsional, tetapi disarankan untuk memudahkan Anda mengenali DHCP Client tersebut nantinya.

Setelah mengisi kolom-kolom tersebut, klik OK untuk menyimpan DHCP Client baru. Tunggu beberapa saat, hingga Anda melihat IP address yang diberikan oleh ISP Anda di kolom Address. Jika Anda tidak melihat IP address tersebut, coba klik tombol Renew di toolbar untuk meminta IP address baru.

Konfigurasi NAT

Langkah kedua yang harus Anda lakukan adalah mengkonfigurasi NAT (Network Address Translation). NAT adalah sebuah proses yang mengubah IP address sumber dan tujuan dalam paket data yang melewati sebuah router. Tujuan dari NAT adalah untuk mengatasi keterbatasan jumlah IP address publik yang tersedia, dan untuk meningkatkan keamanan jaringan.

IP address publik adalah IP address yang dapat diakses dari internet, sedangkan IP address privat adalah IP address yang hanya dapat diakses dari jaringan lokal. Contoh IP address publik adalah 202.134.10.15, sedangkan contoh IP address privat adalah 192.168.1.2. IP address privat tidak dapat langsung berkomunikasi dengan internet, melainkan harus melalui NAT di router.

Dalam tutorial ini, kami akan menggunakan NAT untuk mengubah IP address privat dari perangkat yang terhubung dengan Mikrotik menjadi IP address publik dari Mikrotik, sehingga perangkat tersebut dapat mengakses internet. Untuk mengkonfigurasi NAT, klik menu IP, lalu pilih Firewall. Anda akan melihat daftar aturan firewall yang sudah ada di Mikrotik Anda. Pilih tab NAT, lalu klik tombol Add (+) di toolbar. Anda akan melihat jendela Add New NAT Rule, yang terdiri dari beberapa tab, yaitu:

  • General: tab ini berisi pengaturan umum untuk aturan NAT, seperti:
    • Chain: pilih srcnat, yang berarti aturan NAT akan diterapkan pada IP address sumber.
    • Out. Interface: pilih port ethernet yang terhubung dengan internet, yaitu port ethernet 1.
    • Src. Address: masukkan IP address dan subnet mask dari jaringan lokal yang ingin Anda bagikan internetnya, yaitu 192.168.1.0/24.
  • Action: tab ini berisi pengaturan aksi yang akan dilakukan oleh aturan NAT, seperti:
    • Action: pilih masquerade, yang berarti IP address sumber akan diganti dengan IP address publik dari Mikrotik.
  • Comment: tab ini berisi keterangan atau catatan untuk aturan NAT tersebut. Ini bersifat opsional, tetapi disarankan untuk memudahkan Anda mengenali aturan NAT tersebut nantinya.
BACA JUGA:  Tutorial Cara Membuat Denah Lokasi dari Google Maps (Lengkap)

Setelah mengisi tab-tab tersebut, klik OK untuk menyimpan aturan NAT baru. Dengan demikian, Anda sudah berhasil mengkonfigurasi NAT untuk membagi internet dengan Mikrotik.

Konfigurasi DHCP Server

Langkah ketiga yang harus Anda lakukan adalah mengkonfigurasi DHCP Server. DHCP Server adalah sebuah server yang berfungsi untuk memberikan IP address secara otomatis kepada perangkat yang terhubung dengan jaringan. Dengan menggunakan DHCP Server, Anda tidak perlu mengatur IP address secara manual di setiap perangkat, melainkan cukup menghubungkan perangkat tersebut dengan jaringan, dan perangkat tersebut akan mendapatkan IP address sendiri.

Untuk mengkonfigurasi DHCP Server, klik menu IP, lalu pilih DHCP Server. Anda akan melihat daftar DHCP Server yang sudah ada di Mikrotik Anda. Untuk menambahkan DHCP Server baru, klik tombol Add (+) di toolbar. Anda akan melihat jendela Add New DHCP Server, yang terdiri dari beberapa tab, yaitu:

  • General: tab ini berisi pengaturan umum untuk DHCP Server, seperti:
    • Name: masukkan nama untuk DHCP Server tersebut. Contoh: dhcp-server-1.
    • Interface: pilih port ethernet yang terhubung dengan switch atau hub, yaitu port ethernet 2.
  • Address Pool: tab ini berisi pengaturan untuk rentang IP address yang akan diberikan oleh DHCP Server kepada perangkat yang terhubung dengan jaringan, seperti:
    • Pool Name: masukkan nama untuk rentang IP address tersebut. Contoh: pool-1.
    • Addresses: masukkan rentang IP address yang ingin Anda gunakan, beserta subnet masknya. Rentang IP address harus sesuai dengan jaringan lokal yang Anda gunakan, yaitu 192.168.1.0/24. Contoh: 192.168.1.100-192.168.1.200/24, yang berarti DHCP Server akan memberikan IP address mulai dari 192.168.1.100 hingga 192.168.1.200 dengan subnet mask 255.255.255.0.
  • Network: tab ini berisi pengaturan untuk parameter jaringan yang akan diberikan oleh DHCP Server kepada perangkat yang terhubung dengan jaringan, seperti:
    • Address: masukkan network ID dari jaringan lokal yang Anda gunakan, yaitu 192.168.1.0/24.
    • Gateway: masukkan IP address dari Mikrotik yang berfungsi sebagai gateway atau pintu keluar jaringan, yaitu 192.168.1.1.
    • DNS Servers: masukkan IP address dari DNS server yang ingin Anda gunakan. Anda dapat menggunakan DNS server dari ISP Anda, atau DNS server publik, seperti Google DNS (8.8.8.8 dan 8.8.4.4) atau Cloudflare DNS (1.1.1.1 dan 1.0.0.1).
  • Leases: tab ini berisi daftar perangkat yang sudah mendapatkan IP address dari DHCP Server, beserta informasi seperti MAC address, hostname, status, dan waktu berlaku.
  • Comment: tab ini berisi keterangan atau catatan untuk DHCP Server tersebut. Ini bersifat opsional, tetapi disarankan untuk memudahkan Anda mengenali DHCP Server tersebut nantinya.

Setelah mengisi tab-tab tersebut, klik OK untuk menyimpan DHCP Server baru. Dengan demikian, Anda sudah berhasil mengkonfigurasi DHCP Server untuk membagi internet dengan Mikrotik.

Kesimpulan

Dalam artikel ini, Anda telah belajar cara membagi internet dengan Mikrotik. Anda telah mengkonfigurasi IP address, NAT, dan DHCP Server di Mikrotik Anda, sehingga perangkat yang terhubung dengan jaringan Anda dapat mengakses internet dengan mudah dan aman. Anda juga telah menulis artikel dengan format HTML yang sesuai dengan kaidah SEO on-page yang baik dan benar.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda yang ingin membagi internet dengan Mikrotik. Jika Anda memiliki pertanyaan, saran, atau kritik, silakan tulis di kolom komentar di bawah ini. Terima kasih telah membaca artikel ini, dan sampai jumpa di artikel menarik lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.